PENGGALIAN IDE (SIMULASI DIGITAL)

 

A. Logika dan Algoritma
1. Logika
Manusia adalah mahluk paling mulia sebab dianugerahi berbagai kelebihan yang tidak diberikan
kepada semua mahluk selain manusia. Salah satu kelebihan tersebut karena manusia diberikan
akal pikiran sehingga dapat memilih hal yang benar dan bermanfaat, serta meninggalkan yang
tidak bermanfaat (mudarat).
Manusia merupakan makhluk yang mampu berpikir dan bernalar dengan baik. Sebagai makhluk
yang berpikir, manusia memiliki dua ciri yang melekat, yaitu rasionalitas dan moralitas.
Rasionalitas akan menuntun manusia untuk bertindak menurut pikiran dengan pertimbangan yang
logis. Moralitas akan mendorong manusia untuk berlaku sopan santun, sesuai dengan etiket atau
norma yang berlaku. Namun, ketika manusia berpikir, kadang kala dipengaruhi berbagai
kecenderungan, emosi, subjektivitas, dan berbagai hal lain yang menjadikan kita tidak dapat
berpikir jernih dan logis sehingga menghasilkan kesalahan berpikir dan pada akhirnya akan
mengakibatkan kesimpulan yang salah (sesat).
Dalam setiap keadaan, seorang manusia membutuhkan pola pikir logis. Berpikir logis merupakan
berpikir dengan cara yang benar/masuk akal dan sesuai dengan hukum logika.
Sumber: Dokumen Kemendikbud
Gambar 2.1 Berpikir Logis
Logika berasal dari kata λόγος (logos) yang bermakna hasil nalar yang diutarakan dalam kata
dan dinyatakan dalam bahasa. Logika merupakan salah satu cabang ilmu fifilsafat. Cabang fifilsafat
yang lain adalah epistemologi, etika, dan estetika. Dalam pembahasan ini, logika tidak dijelaskan
secara rinci, hanya digunakan untuk mempelajari bernalar sebagai kecakapan hidup, berpikir
secara lurus, tepat, runtut, dan teratur, yang merupakan penerapan logika dalam kehidupan
keseharian. Logika merupakan materi yang dipelajari sampai kapan pun bahkan ketika manusia
menciptakan kecerdasan buatan (artifificial intelligence).
Seseorang dapat mengungkapkan kebenaran berdasarkan penalaran logis. Dengan disertai
bukti-bukti yang ada, seseorang dapat menilai kebenaran pernyataan untuk akhirnya sampai pada
pengambilan keputusan.
Logika disebut juga sebagai alat untuk menjaga dari kesesatan bernalar. Seseorang
membutuhkan kemahiran bernalar logis agar dapat menghasilkan kesimpulan yang benar.
Simulasi dan Komunikasi Digital untuk SMK/MAK
17Beberapa manfaat yang akan didapatkan setelah mempelaj
ari logika antara lain sebagai berikut.
(1)Menjaga supaya kita selalu berpikir benar menggunakan asas-asas sistematis.
(2) Membuat daya pikir menjadi lebih tajam dan menjadikannya lebih berkembang.
(3) Membuat setiap orang berpikir cermat, objektif, dan efektif dalam berkomunikasi.
(4) Meningkatkan cinta kebenaran dan menghindari kesesatan bernalar.
Bagaimana dengan perbandingan otak kanan yang dominan lebih berwarna dan manusiawi, jika
hanya lebih mengutamakan logika tanpa rasa? Layakkah siswa diajarkan seperti robot dengan
program dan perintah tanpa rasa? Dalam memberikan penjelasan, akankah lebih baik moderat
dan digambarkan dengan baik? Cara kerja otak lebih nyata jika divisualisasikan.
Salah satu fungsi logika adalah sebagai alat untuk menarik kesimpulan. Kita dapat menggunakan
alat ini setelah melakukan penalaran berdasarkan pernyataan-pernyataan benar (premis) yang
ada. Penalaran untuk penarikan kesimpulan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pola nalar
deduktif dan induktif.
a.
Deduktif
Penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang umum ke khusus.
Contoh:
Umum
Semua siswa SMK harus disiplin dan bertanggung jawab.
Khusus
Sandi adalah siswa SMK.
Kesimpulan: Sandi harus disiplin dan bertanggung jawab.
b.
Induktif
Penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang khusus ke umum.
Contoh:
Khusus
Devi rajin belajar. Dia mendapat hasil yang memuaskan.
Khusus
Yuda rajin belajar. Dia mendapat hasil yang memuaskan.
Khusus
Tika rajin belajar. Dia mendapat hasil yang memuaskan.
Kesimpulan: Siswa yang rajin belajar akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
2. Algoritma
Setelah mempelajari logika yang terkait tentang “bagaimana manusia berpikir dengan benar”,
selanjutnya akan membahas tentang “bagaimana cara penyelesaian yang baik”. Untuk
mendapatkan cara penyelesaian yang baik, dibutuhkan strategi atau langkah-langkah yang
sistematis agar dapat memecahkan masalah dengan cara terbaik.
Contoh:
Dina adalah seorang siswa SMK kelas X. Setiap hari, dia pergi ke sekolah setelah melakukan
sarapan. Pada suatu hari, ketika Dina akan sarapan,
yang tersedia hanya nasi tanpa sayur dan
lauk.
Kemudian, terpikir oleh Dina untuk membuat tumis tauge tempe dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
18(1) Siapkan tauge, tempe, cabai, bawang merah, bawang putih
, lengkuas, dan bahan lain
yang diperlukan.
(2) Iris bawang merah, bawang putih, cabai, dan lengkuas.
(3) Panaskan minyak dan masukkan semua irisan bahan.
(4) Goreng tempe sebentar.
(5) Tambahkan tauge, kecap manis, garam, dan sedikit air.
(6) Aduk hingga semua bumbu meresap.
(7) Cicipi rasanya. Jika terdapat rasa yang kurang, tambahkan bumbu lain secukupnya.
(8) Tauge tumis siap dihidangkan.
Contoh di atas merupakan penyelesaian masalah dengan mengggunakan langkah-langkah
penyelesaian masalah yang dinamakan algoritma. Algoritma adalah serangkaian langkah yang
disusun menjadi urutan logis kegiatan untuk mencapai tujuan.
Setiap hari, ketika seseorang melakukan aktivitas, dia akan memilih mana yang akan dikerjakan
terlebih dahulu, misalnya ketika bangun tidur, sarapan, bahkan ketika memakai pakaian di pagi
hari. Algoritma yang baik merupakan tindakan yang benar dan masuk akal.
Terdapat berbagai bentuk cara untuk mengomunikasikan algoritma, antara lain menggunakan
bagan alir, pseudo code, dan bahasa pemrograman. Bentuk algoritma yang mudah dibaca adalah
menggunakan bagan alir.
3. Bagan Alir
a. Fungsi Bagan Alir
Bagan alir (flowchart) merupakan sebuah bagan yang menunjukkan aliran algoritma dan
menampilkan langkah-langkah penyelesaian terhadap suatu masalah. Terdapat berbagai
alasan bagi seseorang untuk menggunakan flflowchart, antara lain sebagai berikut.
(1) Dokumentasi proses. Bagan alir dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses
menjadi lebih terorganisasi dengan baik.
(2) Petunjuk untuk memecahkan masalah. Runtutan langkah dari yang umum menuju ke
khusus atau sebaliknya merupakan petunjuk pemecahan masalah yang digambarkan
dengan bagan alir.
(3) Pemrograman. Bagan alir dapat digunakan untuk menggambarkan garis besar program
yang akan dibuat. Bagan alir juga digunakan untuk merancang navigasi pengguna pada
tampilan (user interface) aplikasi yang akan dibuat.
(4) Mengomunikasikan hal-hal yang prosedural.
b. Simbol Bagan Alir
Bagan alir tersusun dari berbagai simbol yang berbeda untuk mempresentasikan sebuah
input, proses, maupun output yang berbeda. Berikut adalah berbagai simbol dan masing
masing kegunaannya.


B. Menggali Ide
Berbicara untuk mengomunikasikan ide dan gagasan sebenarnya merupakan sebuah proses
alamiah. Kesuksesan dalam menyampaikan ide/gagasan bergantung pada “penalaran” dan juga
“rasa” yang dituangkan dalam rangka mengajak pembaca/pendengar terlibat dalam konten yang
dipaparkan. Penalaran merupakan kemampuan untuk mempertimbangkan, menyusun, atau
meneguhkan keyakinan.
1. Imajinasi
Ide perlu digali agar ditemukan. Untuk itu, diharapkan dapat memulainya dengan cara
berkonsentrasi.
Konsentrasi adalah
hal
pertama
dan alat
utama yang
harus
dilakukan/digunakan. Setelah merasa nyaman dan mampu berkonsentrasi, cobalah
deskripsikan hal-hal yang telah diketahui di area tersebut, kemudian tuliskan! Misalnya, jika
dapat berkonsentrasi di ruang belajar, akan mudah
melihat ‘meja’ yang terdiri atas kepala meja
(bagian paling atas meja), badan meja (rak/lemari di bawah kepala meja), dan kaki meja. Dari
pengamatan (observasi) tersebut, buatlah beberapa pertanyaan, yang antara lain sebagai
berikut.
Simulasi dan Komunikasi Digital untuk SMK/MAK
29(1) Mengapa meja memiliki kepala meja, badan meja, dan k
aki meja?
(2) Bagaimana apabila salah satu komponen tersebut tidak ada, apakah mengganggu
kenyamanan?
(3) Ada berapa jenis meja yang ada di dunia?
(4) Kapan meja ditemukan? Bagaimana ditemukan?
Ketika berpikir, mungkin akan muncul mengenai materi pembuatan meja.
(1) Materi apa saja yang digunakan untuk membuat meja?
(2) Dari manakah asal materi-materi tersebut?
(3) Materi manakah yang paling disukai untuk membuat meja? Mengapa?
Kemudian perhatikan aspek keindahan meja
(1) Keahlian pembuatan meja.
(2) Seni dalam pembuatan meja.
(3) Produksi massal dalam pembuatan meja.
(4) Bagaimana jika meja tidak pernah ditemukan? Apa pengaruhnya terhadap rumah, sekolah,
dan kehidupan?
Contoh di atas menunjukkan bagaimana proses kerja pikiran kita secara alami pada saat
menemukan ide. Proses berpikir mirip dengan batu yang dilemparkan ke kolam, riaknya dapat
melebar sampai jauh. Ide pertama katakan saja ‘batu’ tersebut, sedangkan ide-ide berikutnya
adalah ‘riak’ yang dapat melebar tak terhingga. Jika memulai penggalian ide seperti ini,
seringkali hasilnya tak terduga. Untuk dapat menguasai hal ini, perlu berlatih dan berlatih. Pilih
subjek yang berbeda pada hari yang berbeda, tulis semua apa yang dipikirkan dan rasakan.
Lanjutkanlah dengan sedikit berpikir lebih keras. Pilihlah subjek yang menarik, tetapi hanya
sedikit yang diketahui tentang subjek tersebut. Ulangi lagi proses menggali ide, endapkan ide
tersebut, dan beri waktu hingga 24 jam untuk mempertimbangkan ide-ide itu. Ulangi lagi proses
penggalian ide tanpa harus merujuk kepada hasil penggalian ide yang pertama, kemudian
bandingkan kedua daftar ide yang didapat. Pada saat membandingkan, akan terlihat beberapa
ide yang berulang. Itulah yang menjadi kesimpulan terhadap subjek tersebut. Kesimpulan
tersebut merupakan kesimpulan sejati yang telah tertanam dalam pikiran. Oleh karena itu,
kemungkinan besar tidak akan memiliki kesulitan untuk mengingat atau mengomunikasikannya
dengan cara yang meyakinkan. Melakukan latihan ini beberapa kali akan melatih penggalian
ide-ide kreatif pada subjek yang familiar maupun kurang familiar.
Melatih konsentrasi adalah hal yang paling sulit. Galilah ide dari materi/subjek yang tidak familiar
sama sekali, meskipun awalnya tidak percaya diri ketika membicarakan subjek tersebut. di
hadapan
publik tanpa persiapan. Untuk dapat melaksanakannya dengan baik, tentu saja
dibutuhkan latihan yang berulang-ulang dalam hitungan hari, minggu, ataupun bulan,
Jangan bekerja pada saat pikiran lelah. Jangan tergoda untuk mengambil
materi dari luar karena pada fase ini, Anda harus berani untuk mulai pada
kebutuhan sendiri.
Simulasi dan Komunikasi Digital untuk SMK/MAK
30bergantung pada latihan berpikir yang telah dimiliki
sebelumnya, dan juga kemampuan
berkonsentrasi.
2. Bernalar
Berpikir kreatif harus melalui proses penalaran. Bagian inilah yang akan dilatih bernalar.
Mempelajari bagaimana mengerucutkan ide-ide, merancang kerangka paparan, mengecek
fakta-fakta yang digunakan, dan mengidentififikasi informasi tambahan yang (mungkin) masih
dibutuhkan.
Hal itu dapat memulai dengan cara berkonsentrasi, menghasilkan ide-ide kerja nalar melalui
rasa (emosi), dan ketika ide-ide sudah tersedia, akan terasa puas atas ide-ide tersebut. Segera
coret salah satu ide itu jika ide tersebut menimbulkan keragu-raguan.
a. Pengerucutan Ide
Dalam latihan imajinasi, Anda dapat bekerja sesuka pikiran. Mengganti dari ide yang satu
ke ide yang lain, mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide. Hasilnya barangkali merupakan
ide kreatif yang campur aduk. Pisahkan ide yang didapat ke dalam beberapa kelompok.
Setiap kelompok memiliki judul sesuai dengan ide yang akan dibicarakan. Hal ini untuk
melatih pikiran sehingga dapat mengomunikasikan ide dengan jelas dan lugas (tidak
bertele-tele).
Kemampuan untuk mengelompokkan ide sangat diperlukan. Untuk itu, mulailah dengan
objek yang dikenal. Misalnya, mengenai “pemanfaatan listrik”. Tuliskan barang-barang
yang memanfaatkan listrik yang diketahui, kemudian tuliskan pokok pembahasan dari
setiap barang. Hasilnya mungkin dapat dilihat sebagai berikut.
Ide-ide
Pokok Pembahasan
1. Rice Cooker
1. Alat rumah tangga
2. Telepon genggam
2. Komunikasi
3. Lift
3. Angkutan
4. TV
4. Alat rumah tangga
5. Kereta listrik
5. Angkutan
6. X-Ray
6. Kesehatan
Dapat disimpulkan bahwa dengan berpikir sedikit saja, kita dapat menghasilkan pelbagai
ide. Oleh karena itu, dari pikiran yang berkembang secara acak, tuliskanlah butir-butir ide
dan identififikasi ‘pokok pembahasan’ untuk setiap butirnya. Coba lakukan beberapa kali
dengan metode yang sama.
b. Merancang Desain
Pada bagian ini, Anda akan merancang urutan hal-hal yang akan disampaikan, tentunya
dengan mempertimbangkan nalar Anda, sambil berusaha memunculkan sebuah desain
hasil kreasi sendiri. Dengan melakukan hal ini, tidak akan terlupa bagian-bagian yang akan
disampaikan saat pembicaraan.
Untuk melakukan hal tersebut, hal yang paling mudah adalah mulailah memilih pokok
pembahasan yang paling banyak dikenal orang. Misalnya, jika pendengar sebagian besar
adalah wanita, pokok pembahasan ‘alat rumah tangga’ akan menarik. Berangkat dari titik
31tersebut, kemudian kembangkan sebuah rancangan.
Mungkin diperlukan untuk membuat
hubungan antarpokok pembahasan, yang dimulai dari peralatan rumah tangga, kemudian
telepon genggam yang juga dipakai sehari-hari, dilanjutkan dengan naik kereta api (listrik)
untuk pergi ke suatu tempat, kemudian di tengah jalan ada kecelakaan sehingga perlu
dibawa ke rumah sakit dan dilakukan rontgen dengan x-ray. Berdasarkan rangkaian cerita
tersebut, mungkin akan membuat urutan sebagai berikut.
Pokok Pembahasan
1. Alat rumah tangga
2. Komunikasi
3. Angkutan
4. Kesehatan
Mudah, bukan? Cara ini dapat diandalkan karena dari satu ide akan memunculkan ide
yang lain. Hal yang terpenting adalah urutan ide yang akan disampaikan harus dalam
urutan logis. Jika tidak demikian, akan dirasa ada bagian-bagian yang hilang atau terputus.
Perhatikan contoh berikut ini!
Contoh meja
1.Pemikiran acak
tentang meja
(a) Mengapa meja diciptakan?
(b) Mengapa meja memiliki kepala, badan, dan kaki
meja?
(c) Kenyamanan vs kebermanfaatan meja.
(d) Berbeda jenis, berbeda pula tujuan penggunaan meja
2.Sejarah
perkembangan
meja
(a) Materi pembuatan meja: kayu, metal, plastik.
(b) Keahlian pembuat meja.
(c) Beberapa contoh periode perkembangan meja.
3.Meja di masa depan
(a) Kegunaan vs keahlian pembuat meja
(b) Harga
(c) Produksi massal vs desain meja
4.Ide baru
(a) Apakah meja hanya didesain untuk kenyamanan?
(b) Apa yang terjadi apabila tidak ada meja di rumah,
sekolah, dan kehidupan?
Rancangan yang dikembangkan mungkin berbeda dari yang ditampilkan di atas karena
telah dikembangkan dari hal-hal yang disukai. Dalam kondisi tetap berkonsentrasi,
kembangkan pembicaraan dari pelbagai objek.
c. Petakan Jalur Anda
Proses pengerucutan ide dan perancangan desain haruslah sesuai dengan ‘jalur’ yang
diharapkan. Pastikan pikiran kreatif dan penalaran dapat sampai ke tujuan dan
menggunakan jalur terpendek, tidak berputar-putar dan bertele-tele. Pada awalnya, pikiran
kreatif Anda tidak akan mempertanyakan ketepatan, tetapi lebih berfokus kepada hal-hal
yang menurut Anda menarik/bermanfaat.
Namun, kemudian penalaran Anda akan
memperingatkan, bahwa ide-ide yang telah dikembangkan mungkin belum cukup untuk
menjadi sebuah pemikiran atau konsep sehingga akan berbahaya apabila ‘jalur’
pengembangan ide tersebut tidak dicek kembali.
32Periksa kembali ‘jalur’ pengembangan dari ide, mungk
in sesuatu yang sederhana. Akan
tetapi, pada saat melakukannya, bisa jadi akan merasakan ada ide-ide atau pengetahuan
yang kurang. Oleh karena itu, untuk pertama kalinya, cari informasi dari pelbagai sumber.
d. Lengkapi Pengetahuan Anda
Setelah memutuskan ‘jalur’ pengembangan ide yang akan dipaparkan, Anda akan lebih
mudah dalam mencari pengetahuan yang dibutuhkan. Anda akan menikmati waktu untuk
mencari informasi di internet atau perpustakaan sebagai upaya dalam mencari fakta-fakta
yang menguatkan dan mewarnai paparan yang akan disampaikan. Hal utama yang harus
diingat ketika mengumpulkan informasi (fakta) tambahan adalah informasi-informasi
tersebut haruslah sesuai dengan desain yang dibuat dan menguatkan pendapat.
Kumpulkanlah informasi (fakta-fakta) yang sesuai dengan pembahasan. Jangan bawa ide
ide baru karena akan terjadi ketidakseimbangan dalam seluruh desain, yang dapat
membuat pikiran kreatif kehilangan rasa dan minat untuk dikerjakan. Pilihlah informasi yang
menguatkan ide-ide. Aturlah jumlah informasi yang dibutuhkan sesuai dengan alokasi
waktu yang tersedia pada saat paparan.
Mulailah paparan dengan cara mengulang-ulang butir-butir utama yang disampaikan
dengan tegas sehingga pikiran memiliki arah yang jelas. Kemudian, di setiap bagian,
kembangkanlah subpokok pembahasan yang diakhiri dengan cara mengulang kembali
butir-butir utama yang ingin disampaikan dengan jelas.
Apakah proses ini telah dilalui dengan memuaskan? Jika sudah, berarti jerih payah Anda
telah terbayar karena kemampuan untuk menghubungkan antara perasaan dan penalaraan
merupakan ujian utama bagi para pembicara dan merupakan sebuah kekuatan dari
gagasan. Pada saat mencoba memaparkannya pertama kali, mungkin merasa tidak
berpengalaman dan mungkin akan kecewa. Akan tetapi, jangan putus asa. Carilah hal-hal
apa yang dapat membantu, dan kemudian lihat kembali hasilnya.  

C. Peta Minda
Salah satu cara untuk memvisualkan proses berpikir adalah dengan menggunakan peta minda (peta
minda). Peta Minda dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974 berdasarkan cara kerja otak kita dalam
menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita menyimpan informasi dalam
sel-sel saraf dalam bentuk cabang-cabang sehingga jika dilihat sekilas, akan tampak seperti bentuk
pohon dengan cabang dan rantingnya. Peta minda membantu kita untuk memahami suatu hal yang
kompleks, cukup dengan satu gambar. Sifatnya yang divergen dan membentuk cabang dan ranting
dalam bentuk hierarki membantu kita secara alami dan pelan-pelan membuat peta pemikiran tentang
suatu hal.
Peta minda dapat dibuat dengan atau tanpa perangkat lunak. Jika memanfaatkan perangkat lunak,
beberapa perangkat lunak yang dapat diinstal pada komputer dan berlisensi open source, yaitu
FreeMind atau XMind. Cobalah untuk berkolaborasi dengan kawan yang berada di sekolah lain
menggunakan www.mindmup.com.
3Menurut Buzan, metode peta minda dapat bermanfaat untuk:
(1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan otak kanan secara sinergis.
(2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar.
(3) Membantu seseorang mengalirkan gagasan tanpa hambatan.
(4) Membuat rencana atau kerangka cerita.
(5) Mengembangkan sebuah ide.
(6) Membuat perencanaan sasaran pribadi.
(7) Meringkas isi sebuah buku.
(8) Menyenangkan dan mudah diingat.
Selain itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.
Menurut Michael Michalko, kegunaan metode peta minda antara lain sebagai berikut.
(1) Memberi pandangan menyeluruh pada permasalahan pokok.
(2) Merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.
(3) Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat.
(4) Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.
Membuat peta minda untuk memvisualkan ide/gagasan bukanlah sesuatu yang sulit. Berikut langkah
sederhana memvisualkan gagasan tentang liburan keluarga.
1. Buat Subjek (Judul)
Langkah pertama, tentukanlah subjek (judul yang akan dibahas). Tuliskanlah di bagian
tengah peta minda karena subjek ini akan menjadi center dalam peta minda Anda.
342. Buat Cabang-Cabang Utama
Selanjutnya tulislah ide-ide yang terlintas yang terkait dengan subjek, misalnya:
(1) Aktivitas apa saja yang ingin dilakukan?
(2) Apa saja perlengkapan yang perlu dipersiapkan?
(3) Siapa saja yang akan diajak ikut serta?
(4) Kemana saja tujuan perjalanan liburan kali ini?
Dalam contoh berikut, dibuat 4 cabang utama yang terdiri dari: aktivitas, perlengkapan,
siapa, dan tujuan.
3. Kembangkan Cabang-Cabang Utama
Setelah cabang-cabang utama dibuat, langkah selanjutnya adalah melebarkan cabang
utama. Cabang-cabang utama yang telah dikembangkan juga dapat dikembangkan jika
ada ide-ide yang lebih rinci lagi yang perlu dituangkan. 


SILAHKAN TONTON VIDEO INI



Related Posts:

SIMULASI DIGITAL Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep Melalui Presentasi Digital

 

A. Konsep Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital
Pada dasarnya, Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan membekali siswanya dengan
keterampilan kejuruan untuk mengatasi masalah. Dengan demikian, sejak awal, siswa SMK
harus mendudukkan dirinya sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
Dalam hampir seluruh bagian hidupnya, manusia tidak pernah mampu melepaskan diri dari
kegiatan berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal itu terjadi karena manusia adalah makhluk
sosial yang harus tetap berhubungan dengan manusia lain, dan setiap manusia memiliki
keterbatasan. Setiap manusia tidak dapat diukur sama dalam hal pengetahuan dan
keterampilannya. Dalam tata kehidupan manusia, masing-masing selalu berusaha mengisi kerja
sama dengan orang lain menggunakan pengetahuan dan keterampilannya. Manusia yang
berguna adalah mereka yang mampu memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang
dimilikinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri atau untuk membantu menyelesaikan
masalah orang lain.
Keterbatasan pada diri manusia merupakan akar masalah. Manusia selalu memiliki masalah
dalam setiap bagian hidupnya karena keterbatasannya. Kelebihan seseorang yang dapat
menyelesaikan kekurangan orang lain. Dalam perkembangannya, kelebihan seseorang inilah
yang sering menjadi kekhasan pengetahuan dan keterampilan seseorang. Tujuan akhir dari
upaya mencari pengetahuan dan melatih keterampilan serta menyelesaikan masalah , adalah
mencapai kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan orang lain.
Menemukan masalah adalah kegiatan awal sebelum menyelesaikannya. Kemampuan ini
merupakan kerja nalar berdasarkan kondisi dan fakta yang terlihat dan yang mungkin tidak
terlihat. Seseorang berpikir untuk mendapatkan solusi yang menjadi arah utama untuk
menyelesaikan masalah
Saat A-ha!
Manusia selalu ingin tahu untuk mendapatkan solusi. Keingintahuan inilah yang pada dasarnya
mendorong seseorang berpikir. Kegiatan berpikir tidak akan berhenti sebelum menemukan
solusi. Ketika pengetahuan dan keterampilannya tidak mampu menemukan solusi, dia bertanya
kepada orang lain, atau meneliti masalah tersebut, sampai didap
atkannya solusi yang tepat.
Dalam proses berpikir menemukan solusi, terdapat saat penting, ketika menemukan sesuatu
dalam pikiran kita. Seolah-olah otak kita diterangi cahaya, mungkin hanya sepersekian detik.
11Tiba-tiba muncul sebuah ide cemerlang, menemukan solusi.
Saat itulah yang oleh para ahli
dikatakan sebagai saat A-ha. “A-ha, aku tahu”, demikian seolah-olah otak kita berkata. Atau,
karena demikian cemerlangnya hasil pikir kita, bahkan mulut kita ikut mengucapkannya, tanpa
sengaja.
Saat A-ha, bukan tujuan kita berpikir. Tahu itu penting. Akan tetapi hanya sekadar tahu, tidak
cukup. Hal yang kita temukan harus dibandingkan dengan hal lain yang kita temukan pada ‘saat
A-ha’ yang lain. Beberapa solusi diperbandingkan. Seseorang masih harus berpikir. Solusi
terbaiklah yang terpilih untuk menjadi solusi atas masalah yang dihadapi.
Ketika seseorang berpikir, dia tidak kehilangan apa pun dari dalam dirinya. Bahkan, seseorang
harus meneroka (melakukan eksplorasi), melakukan penjelajahan, berdasarkan pengetahuan
yang telah dia miliki, untuk mencari solusi. Proses berpikir dan meneliti serta menemukan solusi
merupakan proses menemukan pengetahuan.
Keingintahuan seseorang sudah muncul sejak kecil. Rasa ingin tahu ini makin besar. Bahkan,
karena terbatasnya kesempatan bertanya, ada hal-hal yang masih belum diketahuinya terbawa
sampai dewasa. Bagaimana cara seorang anak memuaskan rasa ingin tahunya dengan selalu
bertanya, sering kita lihat dalam kehidupan.
Berjuta pertanyaan dalam diri seseorang mulai terjawab ketika dia belajar di sekolah, membaca
buku, bertanya pada orang lain, dan kesempatan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan
awal dari upaya memuaskan keingintahuan yang lebih luas.

B. Mengatasi Masalah
Tidak satu pun manusia yang tidak memiliki masalah dalam hidupnya. Bahkan, masalah ada di
setiap saat. Masalah tidak boleh dihindari, masalah harus dicarikan solusinya. Menunda
pencarian solusi atas suatu masalah akan menghadirkan masalah lain, yang kadang-kadang
menjadi makin besar dan pelik.
Masalah muncul dalam berbagai bidang kehidupan. Masalah dikenali sebagai kondisi yang
muncul ketika terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kenyataan adalah kondisi
yang ada, sedangkan harapan adalah kondisi yang, seharusnya dan sebaiknya, sesuai dengan
kebutuhan kita.
Ketika kita menghadapi kondisi tersebut, kita harus menghadapinya dan mencari solusi sebagai
jalan keluar yang dapat mengatasi masalah. Mengatasi masalah dapat dilakukan jika kita mampu
mengenali masalah. Mengenali masalah masih merupakan masalah tersendiri, bagi banyak
orang. Banyak orang yang belum terasah kemampuannya mengenali masalah.
Manusia selalu berpikir memecahkan masalah. Ketika berpikir, dalam kedudukannya sebagai
makhluk rasional, manusia mampu menggunakan pengetahuan yang ada untuk menemukan ide.
Ide muncul sesaat ketika proses berpikir dilakukan. Pada ide yang hanya muncul sesaat ini,
harus dilakukan penalaran. Jadi, manusia harus menalar ide. Banyak atau sedikitnya
pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki, sangat memengaruhi banyak sedikitnya ide yang
muncul saat berpikir. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki juga memengaruhi proses
penalaran terhadap ide seseorang.
12Banyak masalah yang solusinya hanya memerlukan satu
langkah tanpa mempertimbangkan
banyak hal lain. Namun, lebih banyak lagi masalah yang solusinya harus mempertimbangkan
banyak hal.
Jika masalah hanya memerlukan satu langkah sebagai solusi tanpa mempertimbangkan banyak
hal, segera lakukan. Jika masalah memerlukan solusi yang harus mempertimbangkan banyak
hal, sebaiknya seseorang selalu meneroka (melakukan eksplorasi) mencari beberapa jenis ide
yang mungkin dapat dilakukan. Dari beberapa ide yang ditemukan, pertimbangkanlah satu demi
satu, berdasarkan manfaat dan akibat buruk yang ditimbulkannya. Proses mempertimbangkan
setiap ide yang akan dijadikan solusi yang terbaik dan paling tepat memerlukan pengetahuan
dan pengalaman, baik pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Proses
mempertimbangkan ide menjadi solusi terpilih, jika diasah dan dilakukan berulang-ulang, akan
membentuk sikap yang bijaksana, yaitu mempertimbangkan manfaat dan akibat buruk sebelum
mengambil keputusan.
Jadi, solusi yang baik adalah ide kreatif yang:
(1) mengatasi masalah secara permanen;
(2) dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan kita;
(3) bermanfaat bagi (makin) banyak orang;
(4) tidak bertentangan dengan hukum, kesantunan, norma yang berlaku;
(5) mampu menginspirasi orang lain.
Mungkin saja masih ada solusi yang tidak sesuai dengan butir nomor (2) sampai dengan nomor
(5) di atas. Seseorang dapat meneroka ide lain, setidaknya mempertimbangkan setiap solusi
yang akibat buruknya menimpa sedikit pihak yang dirugikan, serta seseorang harus bertanggung
jawab atas akibat buruk yang ditimbulkan.
Setiap ide yang sudah dinalar menjadi solusi, akan menjadi gagasan seseorang untuk dilakukan,
bahkan dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
E. Rangkuman
1. Ketika kita mampu menemukan masalah, pada saat itu, secara tidak sengaja, kita mengakui
kenyataan yang ada pada kita. Artinya, kita menyadari adanya kekurangan. Menyadari
kekurangan diri sendiri adalah perbuatan yang paling jujur. Seseorang dapat menipu orang
lain, tetapi tidak dapat menipu dirinya sendiri.
2. Untuk mempertimbangkan berbagai ide yang akan dipilih sebagai solusi mengatasi/memecahkan masalah, seseorang memerlukan informasi atau pengetahuan.
3. Perilaku menentukan ide terpilih sesudah proses mempertimbangan satu demi satu ide/solusi
yang ditemukan, merupakan perilaku arif (mempertimbangkan baik buruk, untung/rugi), akan
membentuk sikap bijaksana.
4. Ketika seseorang sudah dapat mengatasi/memecahkan masalah, seseorang akan menjadi
orang yang cerdas sekaligus pandai. Cerdas karena orang tersebut menemukan ide kreatif
yang digunakan untuk mengatasi/memecahkan masalah. Pandai karena orang tersebut
mampu memanfaatkan informasi atau pengetahuan yang dimilikinya untuk mencari solusi.
Seseorang menjadi bodoh manakala memiliki informasi atau pengetahuan atau peluang,
tetapi tidak mampu memanfaatkannya untuk menemukan solusi.
Siswa SMK jangan mendudukkan diri sebagai bagian dari masalah. Dudukkanlah diri sebagai
bagian dari solusi yang merupakan perwujudan rasa tanggung jawab yang pada akhirnya
membentuk karakter dan sikap bertanggung jawab.

Related Posts:

KISAH NABI YUSUF

 

Cermati kisah berikut.
Hidup mulia atau mati syahid! Sebuah ungkapan yang bermakna ajakan untuk
hidup secara mulia atau mati secara syahid.Jika direnungkan, ungkapan tersebut
memiliki makna yang sangat dalam. Hidup mulia adalah dambaan setiap manusia
ketika hidup di dunia. Mati syahid adalah salah satu cara mendapatkan anugerah Allah
Swt. kelak di akhirat, yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan. Jadi, hidup mulia dan
mati syahid adalah ungkapan yang selalu memotivasi orang yang beriman agar selalu
berada di jalan Allah Swt. Agar lebih jelas memahami ungkapan tersebut, cermatilah
pengalaman hidup Nabi Yusuf as. berikut ini.
Ketika usianya masih sangat belia, ia dicemplungkan dengan sengaja ke sebuah
perigi oleh saudara-saudaranya sendiri. Ia memang selamat setelah ditemukan oleh
serombongan kafilah. Namun, mereka membawa Yusuf kecil ke Mesir dan men
jualnya sebagai hamba sahaya. Untuk beberapa lama ia pun hidup sebagai
pembantu di rumah seorang pejabat Mesir.
Sejalan dengan usianya yang tumbuh menanjak dewasa, ujian pun men
datanginya. Istri si pejabat bersiasat merayu dan menggoda Si Tampan Yusuf.
Inilah ujian yang amat berat karena pada akhirnya, Yusuf-lah yang kemudian
menjadi tertuduh melakukan perbuatan mesum kepada majikannya. Kata Yusuf,
“Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka
kepadaku...” (Q.S. Yusuf/12:33). Seperti yang kalian ketahui, Nabi Yusuf as. pun
akhirnya memang dipenjara. Inilah episode memilukan dari kehidupan manusia.
Apa yang selanjutnya terjadi terhadap Nabi Yusuf as., apakah ia terpuruk dan
tenggelam dalam kesengsaraan? Tidak! Tetapi lihatlah, penjara justru menjadi
batu ujian terhadap kenabian Yusuf as. hal yang lebih membahagiakannya adalah
melalui episode itu, Allah Swt. mempertemukan kembali Yusuf dengan orang tua
dan saudara-saudaranya.
Catatlah tiga istilah kunci ini yaitu pengendalian diri, prasangka baik, dan
persaudaraan. Nabi Yusuf as. adalah sosok terpuji karena kemampuannya
mengendalikan diri untuk tidak memenuhi nafsu setan istri seorang pejabat
Mesir. Lagi, ia pun berhasil mengendalikan diri untuk tidak secara semena
mena menuntut balas atas saudara-saudaranya yang telah berbuat keji tehadap
dirinya. Padahal, kalau mau sebagai pejabat tinggi pasti sangat mudah baginya
menuntut balas. Di saat-saat ia menanggung cobaan berat dengan dibuang ke
perigi, kemudian dilelang sebagai hamba sahaya, dan dipenjara karena dituduh
memerkosa, tidaklah pernah ia berprasangka buruk kepada Allah Swt. atas takdir
yang menimpanya. Ia pun tidak menaruh prasangka buruk terhadap saudara
saudaranya yang keji. Bahkan Nabi Yusuf as. memilih untuk menghimpun mereka
dalam keutuhan keluarga yang penuh persaudaraan.


Setelah kamu membaca kisah di atas, bagaimana pendapatmu tentang
kisah tersebut? Apa yang kamu lakukan jika hal tersebut menimpa dirimu?
Apakah akan menuruti “ajakan setan” untuk memenuhi hawa nafsumu
ataukah melawannya dengan segala daya dan upaya?

Related Posts: