PIDATO PERPISAHAN

OLEH ADE YADI
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
(mukodimah)
Yang terhormat, ketua yayasan al-azhariyyah,
Yang terhormat kepala sekolah smk terpadu al-azhariyyah
Yang terhomat bapak dan ibu guru smk terpadu al-azhariyyah
Yang terhormat para tamu undangan
Dan yang saya hormati dan banggakan seuruh teman dan juga adik kelas saya di smk terpadu al-azhariyyah.
Di hari yang berbahagia dan juga penuh haru ini, izinkan saya sebagai perwakilan kelas 12 untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Sebagai ungkapan perasaan kami pada hari ini.
Rasanya baru kemarin hari kami menginjakan kaki di tempat ini, bertemu dan menyapa semua guru di sini. Tapi pada hari kami harus meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan ini.
Bapak dan ibu guru yang saya hormati, kami tidak pernah tahu besarnya perjuanganmu untuk mendidik kami, kami tidak pernah tahu banyak waktu yang dikorbankan demi memberikan ilmu kepada kami, bahkan kami tidak pernah tahu betapa lelahnya kalian mendidik kami. Kadang engkau melupakan kesehatanmu demi memperatikan kami yang bahkan tidak peduli sma sekali dengan perhatianmu. Semua nasihatmu, hanya masuk dari satu telinga dan keluar dari telinga yang lainnya. Sungguh durhaka kami terhadapmu.
Bapak dan ibu guru yang saya hormati, maafkanlah tingakah laku kami yang selalu membuat hati menjerit, membuat kepala tersiksa. Kami sadar, semua kesalahan kami ibaratkan lautan yang tanpa batas,  kata maaf kami hanyalah bualan tanpa arti. Tak ada hak bagi kami untuk mendapat maafmu. Namun kami mohon jadikanlah ketidak mungkinan itu menjadi nyata, maafkanlah kami, tidak terbayang dalam benak kami, kami berjalan di tengah kegelapan tanpa secercah cahaya. Kami takut tersesatlah kami tanpa tuntunan darimu. untuk itu maafkanlah kami dan berilah ridlomu kepada kami agar kami dapat menempuh perjaanan hidup ini dengan penuh arti.
Adik-adiku yang dibanggakan maafkanlah apabila selama ini kami hanya memberi kesan yang tanpa makna kepadamu, kami hanya mempertontonkan kejelekan yang tak layak untuk diikuti bahkan kami seenaknya memperakukan kalian seperti boneka yang bisa disuruh-suruh sesuka kami. Jika ada goressan luka di hatimu dikarenakan kesalahan kami, kami mohon berilah maaf pada kami. Jikalah kalian menemukan kebaikan dari kami, maka contohlah, namun apabila kalian menemukan kejelekan dari kami, maka tinggalkanlah kami selalu menginginkan yang terbaik untuk kalian. Kami titipkan masa depan sekolah ini kepada kalian.
Teman-temanku yang kucintai, betapa mesranya kebersamaan kita. Betapa bahagianya hati ini ketika berdekat dengan kalian, dan haru nya hati ini apabila berpisah dengan kalian. 3 tahun kita bersama melewati pahit manisnya perjuangan hidup. Canda tawa kalian yang selalu menghiasi hari kini berubah menjadi sunyi yg membuat sedih hati ini. Kita dipertemukan untuk saling mengenal di tempat ini dan sekarang kita dipisahkan untuk meningglkan tempat ini. Kenanglah semua kebersamaan kita sampai saat kita bersama menceritakan semua kisah kita di waktu kita dipertemukan kembali.
Pada akhirnya kami mengucapkan trimakasih atas ilmu kenangan dan kebersamaan untuk guru, teman dan adik kelas kami, semoga kita semua dipertemukan kembali di saat kita menempuh kesuksesan.
Atas nama kelas 12
Resilia apriliani

Related Posts:

NEW NORMAL DIBERLAKUKAN, FOSIKA MEMULAI KEMBALI PENGAJIAN RUTINFOSIKA

OLEH : ADE YADI
Sempat ditunda selama 3 bulan, pengajian alumni pondok pesantren Al-Azhariyyah dimulai kembali. Pengajian ini dimuali kembali pada hari sabtu 6 juni 2020 yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Azhariyyah yang dihadiri oleh puluhan orang lebih yang terdiri dari santri, alumni dan juga masyarakat sekitar.
Pangajian ini menjadi pengajian rutin yang sudah lama dilaksanakan. Namun dikarenakan ada intruksi dari pemerintah untuk menghindari kegiatan yg melibatkan banyak orang, maka para pengurus FOSIKA menunda sementara kegiatan pengajian tersebut. Seiring dengan diterapkannya kebijakan new normal oleh pemerintah, maka pengajian rutin ini-pun kembali dilaksanakan.
Seperti biasa, materi pada pengajian tersebut diisi dengan pembahasan kitab sulamu taufik yang disampaikan oleh KH ENDANG ABDUL KHOLIQ sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Azhariyyah, dan juga kitab Rohmatul Ummah yang disampaikan oleh Ust. Ishak Alawi kemudian dilanjutkan dengan bahsul masail yang mengangkat pembahasan tentang Hukum ber-thoriqoh.
KH Endang Abdul kholiq menerangkan, bahwa hukum bertoriqoh itu boleh selama Thoriqah tersebut tida bertentangan dengan kewajiban dan sunah nabi. Oleh karena itu, apabila kita bermaksud untuk bertoriqah kepada naqsabandiyyah, qadiriyyah, idrisiyyah dan lain-lain itu boleh boleh saja asalkan tetap mendahulukan yang wajib dan sunnah.

Related Posts: